Liga 1 Butuh Video Assistant Referee (VAR)

0
32

Jakarta – Pelatih Madura United, Rasiman, meminta agar Liga 1 menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Ini demi tak ada lagi keputusan wasit yang mengundang perdebatan. Madura United baru saja dikalahkan Persija Jakarta 0-4 di pekan ke-32 Liga 1 2019, Jumat (13/12). Mereka kebobolan tiga kali lewat tendangan penalti di babak pertama dalam rentang waktu kurang dari setengah jam, tepatnya di menit ke-21, 29, dan 45+2. Semua gol itu dicetak Marko Simic.

Rasiman beranggapan bahwa ketiga penalti tersebut bisa diperdebatkan. Kejadian ini membuatnya meminta agar PT LIB selaku operator kompetisi bisa menggunakan teknologi VAR dalam keberlangsungan kompetisi pada tahun-tahun berikutnya. Keinginan Rasiman ini demi meningkatkan kualitas Liga 1.
“Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa teknologi itu memang diperlukan,” ujar Rasiman dalam jumpa pers usai laga.
“Karena pada penalti pertama saja, Thoriq Alkatiri sudah menyatakan bahwa itu bukan pelanggaran, tapi ya ada asisten wasit kedua lalu menyatakan pelanggaran, sehingga mengubah keputusan. Yang penalti kedua juga sebelumnya ada pelanggaran terhadap Zulfiandi kalau tidak salah, sehingga kami kena counter attack dan akhirnya terjadi penalti.”

“Mungkin dengan kejadian ini, bisa mengubah kita semua, bahwa ternyata teknologi itu perlu. Sekali lagi, saya tidak mengkritik keputusannya ya.”

Teknologi itu perlu untuk menghindari prejudice (kecurigaan) terhadap wasit itu sendiri. Kalau memang itu tiga penalti itu memang penalti menurut VAR, saya tidak akan protes,” ujar ayah dari Syahrian Abimanyu tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here